Ulasan Film

My Mister; Kehidupan Kelam Sugar Daddy yang Baik Hati

Posted on in Ulasan Film

Belakangan ini jagat Twitter diramaikan dengan beragam thread. Mulai dari thread teori musik video BTS (Bangtan Sonyeondan), kisah cinta role player yang bikin mumet, cara menghilangkan bekas luka di wajah dengan lemon, dan tentu saja yang menjadi bahasan lumayan hangat tentang sugar daddy.

Karena tidak mau ketinggalan informasi—padahal sih karena gabut banget, akhirnya saya menemukan thread tidak panjang-panjang amat yang isinya sugar baby cerita tentang sugar daddy-nya. Dia menyebutkan kalau sugar daddy itu berusia 25 tahun dan membelikan baju di H&M.

Memang dasar netizen yang gercep banget mengorek-korek gosip, ternyata baju yang dimaksud “cuma” seharga 149 ribu sementara si sugar baby sudah terlanjur mempertaruhkan harga dirinya.

Cemooh, bully, dan perdebatan pun tidak bisa terelakkan. Mulai dari usia kategori sugar daddy hingga masalah harga baju. Yeah, 25 tahun sih masih muda banget ya. Misal usia 40-tahunan gitu pantas kali dipanggil sugar daddy. Dan, saya bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu melalui drama Korea berjudul “My Mister”.

Versi Korea drama ini berjudul Naui Ajusshi (나의 아저씨). Dari judulnya, sempat nebak sih. Wah ini drama om-om ngapain ya. Pasti nggak jauh dari skandal percintaan. Terlebih lagi, pemeran utama perempuannya adalah IU—yang jarak usia dengan Lee Sun Kyun terlihat cukup jauh.

Tidak salah memang anggapan itu. Tetapi juga tidak sepenuhnya benar. “My Mister” bercerita tentang kehidupan kelam para tokoh di dalamnya. Dong Hoon (Lee Sun Kyun) adalah seorang karyawan perusahaan berusia 40 tahunan. Jabatannya adalah manager. Bekerja tidak membuatnya bahagia apalagi setelah dipindah ke bagian lain.

Lebih-lebih, ia dipimpin oleh laki-laki yang menjadi adik tingkatnya semasa kuliah, Joon Young (Kim Young Min). Dong Hoon menikah dengan Yoon Hee (Lee Ji Ah), mempunyai satu anak laki-laki yang bersekolah di luar negeri. Hubungan rumah tangganya tidak bisa dibilang harmonis karena Yoon Hee menganggap Dong Hoon terlalu memprioritaskan ibu serta kedua saudara laki-lakinya, dibanding keluarga kecil mereka.

Di rumah orang tua Dong Hoon selalu terjadi keributan. Ibunya yang sudah tua harus sabar meladeni dua anak laki-lakinya yang tidak bisa disebut muda. Sang Hoon (Park Ho San) adalah anak tertua yang tidak mempunyai pekerjaan. Ia pisah rumah dan hampir cerai dengan istrinya. Sementara anak termuda, Gi Hoon (Song Sae Byeok) adalah pengangguran setelah gagal menjadi sutradara. Benar-benar keluarga suram.

Baca Juga:  ReLIFE: Sebuah Kesempatan untuk Mengulang Kembali Kehidupanmu

Di perusahaan tempat Dong Hoon bekerja, terdapat karyawan tidak tetap. Ji An salah satunya, perempuan berusia 20 tahunan yang tidak pernah terlihat bahagia. Ia bekerja di berbagai tempat untuk bertahan hidup dan membayar utang.

Ia juga harus merawat neneknya yang bisu dan lumpuh karena tidak mampu menebus tagihan panti jompo. Suatu hari Ji An menjadi pusat perhatian ketika datang ke kantor karena mengenakan kacamata yang hampir memenuhi wajahnya. Ternyata wajahnya lebam karena dipukuli rentenir.

Ji An seolah menemukan jalan terang untuk melunasi utangnya setelah mengamankan ponsel milik Joon Young. Ponsel itu hanya menerima panggilan dari satu nomor yang sama hingga Ji An hafal.

Suatu hari, Ji An meletakkan sebuah kertas di meja Dong Hoon, dan tanpa sengaja melihat ponsel milik Dong Hoon yang sedang di-charge menyala. Ji An mendapati nomor yang selama ini sudah ia hafal. Namun di layar ponsel Dong Hoon, kontak itu diberi nama “istriku”.

Ya, ternyata Yoon Hee berselingkuh dengan Joon Young. Mereka berusaha menjatuhkan posisi Dong Hoon di perusahaan.

Ji An membeberkan temuannya kepada Joon Young hingga akhirnya mereka membuat kesepakatan. Selain uang tutup mulut untuk menjaga rahasia agar tidak bocor, Ji An juga mendapat tambahan uang jika dapat menyingkirkan orang-orang yang menjadi musuh Joon Young di perusahaan. Tentu saja, salah satunya adalah Dong Hoon.

Ponsel Dong Hoon disadap sehingga semua yang ia ucapkan dapat diketahui Ji An. Bahkan helaan napasnya, juga langkah kakinya. Dari situ Ji An sadar, betapa berat beban hidup yang ditanggung Dong Hoon selama ini. Ji An seperti bercermin dan ia sadar bahwa ia tidak sendirian menjalani kehidupan yang berat.

Joon Young mempunyai rencana jahat terkait salah satu pejabat di perusahaan. Namun karena nama yang mirip, kurir yang mengantarkan justru menyerahkan paketan itu kepada Dong Hoon. Ketika dibuka, ternyata isinya uang suap. Terkejut, Dong Hoon langsung menyimpannya di laci dan melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihat. Sayangnya, Ji An-lah yang memergoki gerak-geriknya.

Baca Juga:  Entropi Kehendak Manusia: Ulasan Film Annihilation

Meskipun telah membuat kesepakatan dengan Joon Young, Ji An justru mangkir dan berusaha menyelamatkan Dong Hoon dari kasus suap yang ditujukan kepadanya. Ji An dengan dibantu oleh karyawan tidak tetap lainnya di perusahaan itu, membuat trik agar bisa mengambil uang di laci Dong Hoon tanpa ketahuan kamera CCTV. Ya, berhasil. Ketika esok harinya dilakukan penggeledahan, uang itu sudah tidak ada di laci dan selamatlah Dong Hoon dari tuduhan.

Seperti sebuah kesepakatan sepihak, Ji An menggunakan kesempatan “rahasia di antara keduanya terkait uang itu” untuk berlaku semena-mena kepada Dong Hoon. Misalnya meminta dibelikan makan atau ditemani minum. Iya, itu saja.

Secara tidak langsung Ji An ini bekerja untuk dua sugar daddy—hm, maksudnya ajusshi, yang keduanya saling bertentangan.

Setiap pulang dari makan atau minum bersama, Dong Hoon selalu mengantarkan Ji An ke rumah karena ternyata tempat tinggal mereka satu kompleks. Mereka melewati sebuah bar yang tidak pernah sepi. Di situlah markas orang-orang gagal sering berkumpul. Dua di antaranya kakak dan adik Dong Hoon.

Pemilik bar, Jung Hee (Oh Na Ra), sebenarnya mempunyai kisah cinta yang tidak kalah kelam. Bahkan ia sudah pergi ke Thailand beberapa tahun untuk melupakan Monk Gyeomduk (Park Hae Joon). Nyatanya? Gagal. Ia kembali ke Korea, dan tetap mendapati laki-laki yang diharapkan menjadi pendampingnya itu menjadi biksu. Jung Hee tetap mencintai dan sedih sendirian.

Lain lagi dengan Sang Hoon yang bangkrut karena tidak becus menggunakan uang pensiun hingga berakhir pisah rumah dengan istrinya. Ia bersama adiknya, Gi Hoon—yang gagal menjadi sutradara, akhirnya menjadi tukang bersih-bersih.

Tak disangka, di sebuah rumah, perempuan cantik yang selalu muntah di depan pintu adalah artis yang dulunya bekerja sama dengan Gi Hoon. Trauma sering dimarahi sutradara membuat artis itu sering muntah-muntah.

Lalu, bahagianya drama ini ada di mana? Nyesek iya, sih. Misalnya cara Dong Hoon menyelesaikan masalah yang ia dan keluarganya hadapi, tanpa perlu diketahui orang lain. Cara ia melindungi harga diri istrinya meskipun tahu ia berselingkuh dengan orang yang paling dibenci. Cara ia tetap bertahan di perusahaan dengan jabatan lebih rendah dibanding istrinya yang pengacara kondang, dan lain-lain.

Baca Juga:  Only Lovers Left Alive: Dapur Kultural dari Sepasang Vampir

Ini menyesakkan. Dan sesak itu diwakili oleh Ji An yang tahu segala aktivitas Dong Hoon melalui ponsel yang disadap. Namun di luar itu semua, melalui sosok sugar daddy Dong Hoon ini kita belajar tentang setia. Bahwa masa lalu bisa dimaafkan.

Bayangin aja, udah diselingkuhin istrinya tapi tetap aja maafin. Padahal jelas-jelas si sugar baby Ji An beberapa kali bilang suka. Eh, dicuekin sama Dong Hoon ini.

Ji An mengajarkan kita untuk bekerja keras—ya, nggak harus punya utang dulu sih. Juga untuk tidak merasa sendirian. Sebab di luar sana, ada kehidupan orang lain yang barangkali sama persis menderitanya dengan yang kita alami, bahkan mungkin lebih. Jadi, bersyukur dengan hidup yang kita jalani.

Kalaupun ada kisah cinta yang bisa saya paksakan sebagai bumbu-bumbu romansa dalam drama ini, itu barangkali tentang Ji An dan si rentenir. Seharusnya mereka bisa saling mencintai, jika dilihat dari masa lalu keduanya. Seharusnya. Tapi kan, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita haruskan.

Setiap orang berjuang sepanjang hidup mereka untuk memiliki sesuatu. Jadi, mereka hidup untuk membuktikan kemampuan diri mereka sendiri kepada orang lain. Sayangnya, tak seorang pun benar-benar tahu apa yang mereka raih dari itu semua.”

Data Film:

Judul : My Mister

Judul Lain : Naui Ajusshi/ 나의 아저씨

Genre : Drama

Episodes : 16

Sutradara : Kim Won Suk

Penulis Naskah : Park Hae Young

Stasiun Channel : tvN

Tayang : 21 Maret– 17 Mei 2018

Negara : Korea

Sumber data dan gambar: AsianWiki

Facebook Comments

Editor, bagian dari Sekte Pemuja Bangtan yang mempunyai motto hidup “ingin kaya raya tapi ogah kerja”, bisa disapa di @Haitiwi (Facebook, Twitter, Instagram), atau kunjungi rumahnya di haitiwi.com.